Filed under: significant others
Kalau ada ibu kawanmu yang mengantarkan ke sekolah, menunggui sampai selesai dan mengantar pulang, itu ibu kawanmu, nak. Ibumu ini cuma sanggup mengantarkan mu ke sekolah dengan doa, dan selebihnya menitipkan kepada orang yang bisa dipercayai untuk mengantar dan menjemput.
Kalau ibu sepupumu membelikan anaknya stiker 3 buku, permen termahal di swalayan, atau apa pun itu, ingatlah itu ibu sepupumu.
Ibu mungkin hanya membelikan tiga lembar stiker yang harus kau bagi dengan adik-adikmu, permen yang harganya tidak melebihi uang sakumu yang selembar bergambar pangeran Diponegoro, baju dan sepatu yang cukup nyaman kau pakai dan dapat diturunkan ke kedua adikmu.
Ibu-ibu yang lain mungkin tidak seperti ibumu. Tapi ada beberapa ibu lain yang menyerupai ibu juga. Ibu yang bekerja, ibu yang mencintai anak-anaknya, ibu yang berusaha meluangkan waktu untuk bangun lebih pagi supaya sempat memandikan kalian sebelum ke kantor, menyiapkan sarapan, setelah pulang kantor untuk bisa menemani kalian belajar dan mengantarkan tidur dengan cerita dan doa.
Ibu yang seperti kalian punya ini, tak pernah berhenti merasakan bahagia dikelilingi kalian. Dua tangan yang ibu punya , yang diperebutkan oleh tiga pasang tangan mungil kalian dan diciumi sampai kalian tertidur, memang diciptakan untuk memeluk makhluk menakjubkan seperti kalian bertiga, bukan jadi obyek manicure salon mahal.
Walaupun tak bisa salto seperti ultraman, ataupun memiliki jurus seribu bayangan seperti naruto, ibu bisa tetap tegak berdiri dengan disokong tiga pendekar seperti kalian dan dilindungi oleh pendekar gaek macam ajimu.
Ibu seperti ibumu ini ingin mencintai tanpa bersyarat, namun hidup tanpa dicintai akan terasa sungguh berat.
No Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>